Jumat, 29 Mei 2009

Ikatan Alumni SMA PGRI 1 Terbentuk Senin, 16 Maret 2009

Ikatan Alumni SMA PGRI 1 Terbentuk Senin, 16 Maret 2009

SUDIRMAN, METRO--Ketua Ikatan Alumni SMA PGRI 1 Padang, Yandril SH mengatakan terbentuknya kepengurusan Ikatan Alumni PGRI 1 Padang pada 5 Desember 2008 yang lalu merupakan dasar bagi keinginan untuk menjalin silahturahmi yang lebih kokoh bagi alumni.
“Saat ini kondisi yang ada alumni kita bercerai berai dalam kelompok-kelompok kecil. Dengan terbentuknya kepengurusan, kita berharap bisa merangkul seluruh alumni dalam satu wadah kesatuan yang cukup besar,” papar Yandril dalam acara silahturahmi Alumni SMA PGRI 1 Padang yang dihadiri sekitar 200 lebih alumni, di Taman Raya Bung Hatta, Minggu (15/3).

Dijelaskannya, sebagai langkah awal kegiatan, Ikatan Alumni SMA PGRI 1 Padang telah merancang berbagai program di antaranya, pendirian Koperasi Tata Usaha Alumni yang bersifat syariah, mendirikan tabungan zakat dan juga kita juga akan bergerak di bidang sosial meliputi kegiatan reuni alumni mengunjungi anggota alumni yang tertimpa musibah seperti, sakit atau meninggal.

Yandril juga mengumumkan, dalam waktu 3 bulan mendatang, akan menggelar reuni akbar Ikatan Alumni SMA PGRI 1 Padang. “Untuk itu kita akan mendata semua nama-nama alumni SMA PGRI 1 Padang melalui sekolah. Bagi siapa saja alumni yang belum tergabung, silahkan mendatangi posko sekretariat Ikatan Alumni, yang beralamat di gedung SMA PGRI 1 Padang Jalan Sudirman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA PGRI 1 Padang, Zainal Akil dalam kesempatan itu sangat menyambut baik terbentuknya Ikatan Alumni ini. ”Setiap tahunnya kita menghasilkan sekitar 200 tamatan. semenjak berdirinya sudah ribuan alumni yang telah dihasilkan oleh SMA PGRI 1 Padang. Cukup banyak yang sukses, ada yang sukses sebagai birokrat, pengusaha, dan politik,” papar Zainal.

Namun tidak dipungkirinya, di antara yang sukses, ada juga yang nasibnya kurang beruntung. Kita tidak mengetahui keberadaan alumni yang kurang beruntung ini. Dengan terbentuknya Ikatan Alumni ini Zainal berharap dapat menjad dasar terjalinnya silahturahmi, dan rasa saling berbagi, tolong menolong dalam suatu wadah.(a) Konfirmasi langsung kepada Kepala SMA PGRI 1 PADANG (Bpk. Zainal Akil, SPd) Telp : 0751-34311. Oke.

Jumat, 30 Januari 2009

Rumah Tanggaku adalah Sorga Dunia dan Akhirat Bagiku

Dari enam bersaudara, saya baru berumah tangga setelah adik saya yang perempuan menikah pada tahun 2003, dan setelah mempunyai anak satu. Kemudian saya menikah pada tgl 11 November 2005 dengan seorang gadis yang sangat saya sayangi. Sekarang saya telah dikarunia seorang anak lelaki yang saya beri nama : Syauqi Afif Firman yang dipanggil : Afif.

Rabu, 12 November 2008

Pengalaman Oraganisasi Dalam Hidupku Menjadi Ketua OSIS Pada Salah Satu Sekolah Swasta Favorit Pada Masa Itu

Sewaktu saya melanjutkan sekolah dari SMP ke jenjang SMA, saya tak terpikir dan berkeinginan menjadi seorang siswa yang ditunjuk membimbing sebuah Organisasi yang ada disekolah tersebut. Dimana dengan latar belakang pendidikan orang tua saya, mungkin saya merasa ngak ada apa-apa dibandingkan dengan rekan-rekan saya yang lain. Mendengar pekerjaan orang tua saya sebagai pedagang ikan asin mungkin orang akan menganggap bahwa anak-anak mereka tidak mempunyai latar belakang pendidikan berorganisasi, tetapi saya tidak demikian dimana pada waktu itu saya dipercaya sebagai Ketua OSIS di salah satu sekolah yang pada masa itu dianggap favorit. Dan itupun saya adalah salah seorang ketua OSIS di sekolah tersebut yang pertama dari jurusan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial).

Profil Seorang Anak Pedagang Ikan Asin Jadi Sarjana

Saya adalah seorang anak pedagang ikan asin yang berhasil karena biaya kuliahnya dari hasil dagang ikan asin yang dijalani oleh orang tua saya, dimana orang tua saya H.Rusli Bakar (Alm) telah berdagang ikan asin semenjak dari orang tuanya (kakek saya) semenjak dahulu. Kalau dahulu orang mendengar kata ikan asin, orang seakan jijik mendengarnya. Disamping baunya yang busuk juga debunya sering menempel pada pakaian dan badan. Sehingga orang merasa jijik berbaur dengan pedagang ikan asin. Tepi bagi saya itu tidak ada artinya, sebab manusia ini mata Allah SWT adalah sama, yang membedakannya adalah iman dan amal ibadahnya kepada Allah SWT. Bagi orang banyak ikan asin merupakan salah satu kebutuhan pangan untuk kebutuhan lauk pauk untuk makan. Dimana kita dapat melihat daerah yang tidak ada lautnya atau jauh dari laut, sangat banyak ikan asin diperdagangkan. Prinsip orang tua saya dahulu adalah Biarlah badan dan baju bauk dan berdebu, tetapi hasilnya halal. Kalau dilihat dipasaran harga ikan asin lebih mahal sedikit dari harga daging. Tetapi sekarang ini kita dapat melihat, akibat dari beberapa oknum yang berbuat banyak para pedagang ikan asin banyak mengalami kerugian besar seperti : keadaan ekonomi yang kurang baik, adanya berita ikan asin yang berpomalin, dan sebagainya membuat para pedagang ikan asin banyak yang tidak bertahan, khusus di kota Padang para pedagang ikan asin banyak yang sudah tutup diakibatkan kurang modal usaha, dan sebagainya. Dan saya berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan perhatian kepada para pedagang ikan asin di Indonesia, khususnya di Kota Padang untuk dapat memberikan pinjaman modal usaha menengah serta bimbingan pemasaran dan perdagangan ikan asin supaya mempunyai nilai ekspor yang baik bagi perekonomian kita.